Scrollnesia.com – TikTok yang selama ini dikenal sebagai platform hiburan, kini mulai menjadi ruang baru bagi konten edukasi. Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya kreator yang membagikan materi pembelajaran singkat, tips karier, hingga pengetahuan umum yang dikemas secara kreatif.
Menurut data Sensor Tower (2024), jumlah konten bertema edukasi di TikTok meningkat pesat, terutama di kalangan pengguna muda. Di Indonesia, tren ini ditandai dengan munculnya berbagai akun yang fokus pada topik pendidikan, mulai dari pelajaran sekolah, teknologi, hingga literasi finansial.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga menilai tren ini sebagai peluang positif. Konten singkat yang mudah dipahami dinilai mampu melengkapi metode belajar formal, sekaligus menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan media sosial.
Namun, pakar pendidikan mengingatkan agar pengguna tetap kritis dalam menyerap informasi. Risiko penyebaran informasi keliru dan minimnya verifikasi fakta menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Literasi digital dipandang penting agar manfaat konten edukasi bisa lebih maksimal.
“Konten edukasi di media sosial bisa membantu proses belajar, tapi tetap perlu disaring. Jangan sampai siswa justru menerima informasi yang salah,” demikian salah satu poin dalam laporan UNESCO terkait literasi digital generasi muda.
Tren ini sekaligus menunjukkan bahwa anak muda Indonesia semakin terbuka terhadap cara belajar baru yang lebih interaktif dan fleksibel. Dengan pendekatan kreatif, edukasi di media sosial berpotensi besar menjadi salah satu sarana mendukung peningkatan kualitas pendidikan di era digital.